Sabtu, 25 Agustus 2012

"Di Balik Layar Perjuanganku"


DIBALIK LAYAR PERJUANGANKU
            Perjuanganku berawal dari sebuah impian. Semua orang akan melakukan usaha yang keras untuk meraih impiannya. Berawal dari pendidikan yang ingin diraih. 3 tahun menjalani pendidikan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan Akuntansi. Itupun merupakan suatu perjuangan bagiku. Pada awal masuk sekolah, memilih jurusan akuntansi tidak pernah terbesit sama seklai di pikiranku. Tetapi kedua orang tua ku terutama ayahku, ia ingin aku mengambil jurusan akuntansi. Dan aku tidak bisa menolak. Karna ada pepatah yang mengatakan keputusan orang tua adalah keputusan yang paling terbaik untuk anaknya. Awalnya, sungguh aku merasa terbebani dengan akuntansi. Hingga 3 tahun mempelajarinya, banyak sekali suka duka yang kulewati. Bahkan, tubuh ini pun butuh perjuangan untuk sehat. Sempat terkena penyakit tyfus, yang menurut dokter pada saat itu karena terlalu banyak berfikir, kelelahan dan stress. Sungguh perjuanagn sekali bagiku.
            Di akhir tahun sekolah, siswa/i kelas 3 dimana harus melaksanakan ujian. Mulai dari ujian sekolah, ujian praktek dan ujian nasional yang membuat bulu bergidik saat mendengarnya. Ujian Nasional, yang seringkali ditakutkan oleh para siswa dan siswi. Perjuangan yang amat luar biasa di tahun 2011 sampai 2012 itu. Mulai mengejar semua materi, nilai dan yang berhubungan dengan kelulusan. Berlatih utuk beberapa ujian praktek yang amat menyita waktu, itu semua kulewati.
            Tetapi ada sesuatu yang mengejutkan. Pada bulan April, ternyata aku terpilih menjadi peserta SNMPTN Undangan. Aku tidak pernah membayangkan, aku menjadi salah satu peserta yang mendapat SNMPTN Undangan. Betapa sungguh senangnya hatiku saat itu. Dengan rasa optimis aku menunggu pengumumannya. Pada saat itu aku berfikir, jikavtidak lolos SNMPTN, aku akan bekerja. Tetapi semakin mendekati dengan pengumumannya, justru hasratku untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi semakin besar. Memang pada saat itu aku memikirkan biaya. Aku bukanlah berasal dari keluarga ekonomi kelas atas, selain itu aku sekolah di sekolah kejuruan dimana lulusannya dipersiapkan untuk bekerja. Disitulah aku mengalami kebimbangan dan pasrah akan hasilnya.
            Dan akhirnya, pada tanggl 26 Mei 2012 pengumuman itu diumumkan. Sungguh saat itu rasanya tak karuan, karna pada saat hari itu juga pagi harinya pengumuman kelulusan sekolah. Alhamdulillah aku lulus sekolah dengan nilai UN yang memuaskan. Tetapi sore hariny, aku harus menghadapi kenyataan bahwa aku tidak lolos SNMPTN Undangan. Sungguh sedih dan kecewanya aku pada saat itu. Padahal aku memilih UNJ, ya satu-satunya universitas yang aku inginkan. Bimbang apakah aku akan bekerja atau ikut SNMPTN tulis karena pada umumnya SNMPTN tulis itu membahas soal-soal yang telah dipelajari selama SMA, sedangkan aku berasal dari SMK, yang tidak mempelajari pelajaran itu. Dan pada saat itu waktu hanya tersiksa 10 hari menuju ujian SNMPTN tulis. Aku sungguh bingung, akhirnya banyak yang mendukungku untuk ikut SNMPTN tulis. Ya, mereka adalah keluargaku dan para sahabatku. Kuhabiskan sisa waktu itu untuk mempelajari semua materi-materinya. Dan aku sungguh merasa bingung dan terbebani, karena dalam waktu yang amat singkat itu mau tak mau aku harus menguasai semuanya. Dan sempat merasa iri dengan teman-teman yang lain yang bisa berlibur merayakan kelulusan sekolah. Tetapi aku tetap berusaha utuk tetap belajar. Hingga hari ujian tiba, aku mendapat lokasi ujian yang jauh dari rumahku. Butuh perjuangan pula untuk sampai ke lokasi ujian. Kebetulan pada saat itu aku diantar oleh ayahku menggunakan sepeda motor. Dan ia pun menungguku sampai selesai ujian. 2 hari ujian itu kulewati dengan penuh semangat dan optimis. Walaupun ada banyak soal yang tidak bisa kujawab dan ada beberapa soal yang kujawab menggunakan feeling. Tapi aku berusaha untuk tetap optimis. Seperti sebelumnya, semakin mendekati pengumuman, rasa takut itu muncul dan kali ini lebih dahsyat. Karena aku berfikir kalau sampai yang kali ini gagal lagi aku harus kemana, harus apa, sedangkan tujuanku hanya satu yaitu bisa menjadi mahasiswi UNJ lewat jalur SNMPTN tulis , karna biayanya juga yang tidak terlalu berat. Hingga hari pengumuman itupun tiba, sungguh rasa takut itu tidak bisa dibendung lagi, dan finally lag-lagi namaku tidak tercatat sebagai peserta yang lolos, sedangkan beberapa sahabatku yang berjuang bersamaku lolos. Sungguh betapa hancurnya, kecewanya, sedihnya, terpuruknya aku saat itu. Hanya bisa menangis, apalagi pada saat melihat wajah kedua orang tuaku yang kecewa. Aku menangis selayaknya orang yang berduka, kehilangan harapan dan impian. Menangis terisak-isak hingga sesak, sungguh bila mengingat itupun sekarang rasanya ingin menangis. Seperti tercabik-cabik rasanya dan terus bertanya “kenapa ya Allah kenapa??”. Bahkan kedua orang tuaku mencoba untuk menenangkan tetapi gagal. Hingga seseorang, mencoba untuk menenangkanku lewat telfon, berusaha untuk membuatku berhenti menangis, dan berusaha untuk membangkitkan semangatku untuk mengikuti PENMABA. Ya dan itu berhasil, dia berhasil membuat ku tersenyum saat berbicara dengannya. Akupun merasa sedikit tenang, walaupun hanya sedikit. Kesedihanku ikut berlanjut sampai keesokan paginya, bahkan tidurku pun gelisah. Kuambil keputusan bahwa aku akan mengikuti PENMABA.
            Pendaftaran untuk mengikuti PENMABA nya pun butuh perjuangan. Tapi kali ini kubulatkan tekadku dan rasa optimisku. Aku percaya Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku. Ku terus belajar, berusaha lebih baik lagi agar bisa lolos kali ini. Hingga tibalah waktu ujian berlangsung, kali ini aku merasa lebih optimis. Kujawab soal-soal itu, kulewati hari itu dengan semangat dan optimis. Inilah kesempatan terakhirku agar bisa menjadi mahasiswi UNJ.
            Dan hari itu pun tiba. Tanggal 3 Agustus 2012, menjadi saksinya. Sungguh hari itu aku sudah pasrah akan hasilnya. Perasaan ku lebih tenang dari yang sebelumnya. Sama sekali tidak mengalami deg-degan. Tiba di Fakultas Ekonomi UNJ. Kulihat banyak orang sedang berkerumun di depan papan pengumuman. Bersama sahabatku, aku melangkah ke depan papan pengumuman, mencari apakah namaku tercantum disana. Dan finally, kulihat namaku tercantum di Pendidikan Ekonomi di urutan ke 117. Sungguh haru dan senang, dan tak sadar aku lompat kegirangan dengan mata berkaca-kaca bersama sahabatku, yang juga namanya tercantum tetapi di pendidikan tata niaga. Kami sungguh merasa hari itu seperti mimpi. Akhirnya, menjadi mahasiswi UNJ sudah tercapai. Sungguh nikmat Allah yang paling luar biasa di ramadhan kali ini. Itulah kisah dibalik perjuanganku untuk menjadi seorang mahasiswi UNJ.